Let's Find What You're Looking for

Showing posts with label reminder. Show all posts
Showing posts with label reminder. Show all posts

Thursday, 6 September 2007

maybe this is it...




Turn down the lights, turn down the bed
Turn down these voices inside my head
Lay down with me, tell me no lies
Just hold me close, don't patronize
Don't patronize me

'cause i can't make you love me if you don't
You can't make your heart feel something it won't
Here in the dark in these final hours
I will lay down my heart, and i'll feel the power
But you won't, no you won't
And i can't make you love me
If you don't

I'll close my eyes and then i won't see
The love you do not feel, when you're holding me
Morning will come, and i'll do what's right
Just give me till then, to give up this fight
And i will give up this fight

And i can't make you love me if you don't
You can't make your heart feel something it won't
And here in the dark in these final hours
I will lay down my heart and i'll feel the power
But you won't, no, you won't
And i can't make you love me
If you don't

Ain't no use in you trying
It's no good for me baby without love
All my tears, all these years, everything i believed in
Baby
Oh yeah
Someone's gonna love me

songs: i can't make you love me
played by: George Michael

----------------------------------------------------------------------------------------------------

tau kan, nih lagu???
blah, kalo ga tau mendingan pada kudu cari dan dengerin deh...
it's my all time favorite song
the voice melt into the beats, the beats gave a melody, the melody makes the harmony, the harmony keeps the song stays in my heart, and locked by the lyrics...
saking senengnya ma nih lagu, diputer bekali2 juga gw ga bosen dah...

gw sangat setuju ma isinya....

tapi...

kenapa belakangan ini jd pengalaman pribadi, ya?? kenapa nih lagu rasanya makin nendang, ya???

at first it happened around me, tp kok terakhir gw jd ikutan merasakan, ya??? awalnya gw kira ini karma, tp yah sudahlah...klo mang bener, toh gw udh berusaha jd a better person in life (not just in somebody's life, yah)...segala sesuatu ga ada yg percuma, bung...klo lu temukan hikmahnya, ga ada yg sia2...ky kata pepatah lama, "what doesn't kill u makes u stronger."

lagipula perasaan itu hak pribadi masing2...
klo kt slh satu sobat gw sih, "yah, namanya juga perasaan...susah...ga bisa dipaksain." (copyright by: Edo Immanuel)
sedangkan, klo gw bilang, perasaan itu ibarat jelangkung...datang ga dijemput, pulang ga diantar...

jd klo lu loving somebody, gak perlu si somebody-nya itu feel the same way ke elo juga...krn sehebat apapun lu usaha, klo mang sang Pencipta, yg menciptakan dan menjaga hati tempat seluruh perasaan bernaung, ga memberikan perasaan itu sama si somebody, ya wis...mo dibilang apa...bukan hak kita...
klo menurut gw, kunci usahanya adalah di do'a dan ikhlas...tp bukan pasrah, ya...

jd, klo lu punya perasaan ini, lu mesti berbahagia dan bersyukur, itu ud cukup...

krn ga semua org bisa merasakan dan menikmati perasaan itu...sebagian ada yg terlalu berambisi mengejar dan membuat supaya perasaan itu terbalaskan sampe2 gak sadar mendzalimi ato menganiaya org lain, sebagian ada yg menangisi perasaan itu, sebagian lg ada yg bener2 cuek ga mo peduli dengan apa yg dirasainnya, sebagian ada yg berusaha keras menghilangkan perasaan itu, sebagian lagi ada yg terlalu meratapi perasaan itu smpe2 sakit ato parahnya gantung diri, dan banyak lg mereka yg kurang mensyukuri anugrah yg satu ini...

kenapa cukup mensyukurinya, soalnya perasaan ini membuat lembut hati yg kasar dan melunakkan hati yg keras...ga sedikit juga perasaan ini mengubah yg buruk mejadi baik...jd jgn dihapuskan dari hati, karena itu baik dan merupakan hadiah dari Tuhan...tp jgn juga dipahat terlalu dalam, krn itu ga' baik dan bisa jd mainannya setan...
nah, klo perasaan itu terbalaskan, itu bonus buat lu...dan lu mesti makin bersyukur lg...dgn cara menjaga hati lu dan hatinya...begitu bukan, bung??

jd yah di anggep amal aja...klo mang ga dapet sekarang, mgkn nanti...klo nanti ga juga, yah itu ud yg terbaik buat lu...klo ga di sini mgkn nanti di sana...klo di sana ga dikasih juga...yakinlah sama kt2 gw ini...klo lu ikhlas, lu bkl dpt ganti yg jauh-jauh lebih baik...Dia yg tahu yg terbaik buat kita, bukan?? we'll never know what's gonna happen...

semoga yg Maha Menguasai yg gaib dan yg nyata, juga yg Maha Mengetahui apa yg tersembunyi maupun yg terlihat, memaafkan atas segala kekhilafan dari keterbatasan kita sebagai hamba-Nya...
semoga yg Maha Menciptakan, Maha Memiliki, lagi Maha Membulak-balik hati, yg Menjaga, Merawat dan Melindungi seluruh isinya tanpa terkecuali, memperbaiki apa yg rusak di hati kita, melunakkan apa yg keras di dalamnya, memberikan kita yg terbaik hingga kita pun dapat memberikan yg terbaik untuk org lain...
semoga kita dijadikan hamba2-Nya yg ikhlas dan saling mencintai satu sama lain...
semoga segala yg kita lakukan, keluarkan dan usahakan menjadi amal dan yg kita dapatkan, terima dan miliki menjadi berkah yg diterima dan diridhoi-Nya...
semoga yg Maha Adil dan Maha Pengasih lg Maha Penyayang, menggantikan apa yg hilang dari kita dengan ganti yg jauh lebih baik...sesungguhnya Dialah tempat kita berserah diri dan hanya pada-Nya kita kembali...

....amiinn.











_not too tough_not so sure_unsaint_but it's pure_
(;chup@chups;)

Friday, 24 August 2007

libra

Kita sering bingung ketika melihat keragaman karakter dan nasib seseorang.

Ada yg berusaha sepenuh tenaga namun yg didapatkannya hanya setengah dari apa yg di harapkannya…sedangkan di sisi lain seorang yg tampak sangat santai dan bahkan tampak meremehkan segala usaha, mendapatkan apa jauh dari apa yg seharusnya didapatkannya.

tidak jarang juga kita bergeleng saat menyaksikan orang bertubuh besar dapat ditaklukkan dengan mudah oleh yg bertubuh jauh lebih kecil darinya. Dan kita selalu mengelus dada saat ada orang sombong yang tetap kaya dan orang baik yg tetap miskin.

*

Sebagai manusia yg berakal dan bermoral kita dituntut untuk berlaku adil. Berbagi terhadap sesama, itulah yg setidaknya keadilan yg ditanamkan pada diri kita sejak kecil.

Tetapi sebenarnya apa sih makna dari keadilan itu sendiri??

Apakah memberikan sesuatu (materi/immateril) dengan takaran yang sama, yg disebut adil?? Apakah tidak memberikan apapun agar tidak terjadi perselisihan, itu yg disebut adil?? Ataukah menyisihkan sedikit untuk yg kecil dan memberikan yg banyak untuk yg besar, yg disebut adil??

Dalam bab pembelajaran mengenai adil, selalu ditemukan makna keadilan itu ialah ‘menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.’ Ungkapan ini terlalu luas hingga muncullah berbagai pendefinisian adil seperti yg telah disebutkan di atas.

Jadi, bagaimanakah kita seharusnya memaknai keadilan??

Mengapa kita tidak mengambil penggambaran dari sang Pemilik Keadilan, yg tidak mungkin ada yg lebih adil dari-Nya? Yg Menciptakan keragaman dan menciptakan keadilan itu sendiri?

Kita mulai dari bagaimana sang Adil ini menciptakan segala hal tidak monoton. Begitu berbeda, begitu bervariasi, begitu seimbang satu sama lain. Rezeki yg diberikan pun sangat berbeda dan seolah jika kita amati dengan seksama, pembagiannya begitu adil dan cermat. Sungguh jenius dan brillian.

Disaat org2 mengeluhkan keadaannya dan menyaksikan kenyataan yg mereka anggap tidak adil ini, di sanalah sebenarnya keadilan itu tercipta. Karena sebagian dari kita kurang mengerti, mengenal dan karena kekurangan kita yg sering melihat hanya apa yg kita ingin lihat, maka keadilan yang sesungguhnya begitu cermat itu, tidak kasat di mata kita.

Bagaimana tidak? Bagaimana jika kita melihat dari sisi seperti ini:

-jika mereka yg berusaha sekuat tenaga mendapatkan apa yg mereka harapkan sepenuhnya, maka mereka akan agak sulit berbagi kepada org lain, karena mereka mendapatkannya dengan susah payah dan merasa hak atasnya.

Sedangkan mereka yg dengan mudahnya mendapatkan segala sesuatu, akan dengan mudah pula ‘membuangnya’. Namun adapula mereka yg berusaha sekuat tenaga mendapatkan labih dari apa yg mereka harapkan, karena mungkin dengan begitu mereka dapat lebih bersyukur dan menghargai.

-Si kecil diberikan kemampuan lebih dari si besar, mungkin untuk dapat meredam keangkuhan si besar dan melindungi dirinya sendiri. mungkin bila si besar ‘dibiarkan’ menang oleh sang Maha Juri, maka ia akan merasa hebat dan semakin mendzalimi dan menganiaya si kecil. Namun adakalanya si kecil benar2 tidak berdaya terhadap si besar, yg mungkin dengan begitu si kecil sadar akan makna kebersamaan dan bahu-membahu.

-si sombong yg terus menerus kaya mungkin jika di amati secara seksama kehidupannya tidak sebahagia si baik yg miskin, karena si miskin ikhlas namun si kaya serakah.

Kira2 begitulah gambaran yg bisa kita ambil dari kejadian sehari2 yg sgt cliché. Begitulah gambaran keadilan yg dpt diambil dari sang Maha Adil yg menciptakan kekuatan untuk menutupi kelemahan dan menciptakan kelebihan untuk menutupi kelemahan.

Ia tidak memberikan segala sesuatunya dengan setara dan sama banyaknya, tapi dengan memberikan lebih pada yg patut menerimanya dan memberikan sedikit pada yg patut menerimanya, di sanalah keseimbangan itu tercipta. Di sanalah makna keadilan terwujud. Itulah (setidaknya menurut saya) kurang lebih makna dari ‘menempatkan segala sesuatu pada tempatnya’.

bukan hanya kepada org lain, bahkan pada diri sendiri pun kita di tuntut adil.

tiap2 jengkal bagian tubuh kita meminta keadilan

. coba bila kita melebihkan konsumsi makanan kita dan tidak berolahraga atau memforsir olahraga tanpa makan yg teratur?? bila kita terus bergadang, terus bekerja tanpa istirahat, Tubuh pun akan berontak dan sakitlah hasil yg akan kita dapat.

*

Semoga sang Maha Adil menjadikan kita sebagai pemegang keadilan…semoga sang Maha Cermat nan Jenius mengampuni kekurangan dan kekhilafan yg kita lakukan…semoga yg Maha Berkehendak menghendaki keadilan dlm segala hal bagi kita…Semoga kita adil bagi orang lain dan bagi diri kita sendiri…

amiinnn….

###

_not so tough, not too sure, unsaint, but it's so pure__chup@chups_


Thursday, 9 August 2007

telanjang

telanjang...Siapa sih yang mau dirinya telanjang ato ditelanjangai?
walo pun kita terlahir telanjang, mandi telanjang, dan banyak hal yang musti kita lakukan dengan telanjang, tapi sekali lagi...siapa sih yg mo telanjang??

dingin..rapuh..terbengkalai...lunglai...tak terlindungi...gak berdaya oleh debu yang diterbangkan angin...ga bisa mengelak dari virus yang merasuk...

siapa yang mau telanjang??

bahkan para pornographer pun gak ada yg bener2 mau telanjang...setidaknya mereka butuh 'selimut' --entah itu konotasi aTO DENOTASI--...kalo pun mungkin mereka secara keseluruhan telanjang, tapi pasti ada yg mereka 'selimuti' ..kalo secara fisik mereka bisa menutupi dengan menggunakan make up atau apalah...
kemungkinan besar ada...

segala puji bagi sang Pencipta yang maha Jenius, yang menciptakan kain untuk menutupi ketelanjangan itu...

sekarang pertanyaannya:
kalo kita sendiri ga mau telanjang, kenapa masih ada yang begitu tega menelanjangi org lain?? bahkan saudaranya sendiri??

begitu gampang kita berceloteh mengenai kebiasaan buruk penghuni rumah kita...begitu licin lidah ini menggelincirkan rahasia2 yg sudah dipercayakan padq kita...begitu ringan mulut ini bergerak saat ditanya apa kekurangan dari si anu, kejelekan si ini...

apakah kita ngga malu sama sehelai barisan benang yang mereka jangankan berakal, hidup pun ngga, tapi bisa menutupi ketelanjangan para manusia?? mau bilang apa kita sama yang Maha Melihat Lagi Mendengar?? padahal Dia yang Maha Menutupi Aib, tapi kok malahan kita yg membeberkan dengan seenaknya??

kalo kita ketahuan mencuri soal ulangan aja, bisa dikeluain dari sekolah ditambah dengan hinaan dan cap sebagai 'tukang contek ato tukang ngebet'....bisa jadi ga diterima di sekolah manapun...alhasil kita pindah kota, negara ato planet (kalo bisa) ato mengurung diri di rumah aje ampe tua, ompong, bongkok n bau tanah....gak dipercaya lagi...gak berkembang...sakit ati...merasa telanjang

sekarang, kalo yang Empunya dunia tempat kita tinggal yang menskors ato mengeluarkan kita dengan seluruh hinaan makhluk2nya, di mana lagi kita bisa mengurung diri?

wahai sang Maha Penutup Aib, yang Maha Melihat, Mendengar, lagi Menyaksikan...jagalah hati kami...jagalah lidah ini...jagalah kedua daging yang menutupinya...agar tak ada yang tergelincir, supaya tidak ada yang melayang dengan ringannya, hingga menelanjangi saudara kami...karena sesungguhnya kami pun takut untuk telanjang...dingin, tak terlindungi, gemetar, rapuh, mudah terluka, sendiri...sungguh kami takut akan semua itu...dan hanya Engkaulah yang mampu melindungi kami, wahai yang maha Pelindung lagi Penjaga...



...amin...